GEBYAR KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI (KIE) OBAT DAN PANGAN AMAN

Dalam rangka menyemarakkan Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke 54 Tahun 2018 yang sinergis dengan dimulainya operasional Loka Pengawas Obat dan Makanan di Kabupaten Bogor yang meliputi wilayah kerja Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok, Loka POM di Kabupaten Bogor akan melaksanakan kegiatan Gebyar Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan Aman yang diselenggarakan pada hari Minggu, 11 November 2018 di pelataran Stadion Pakan Sari, Jl. Raya GOR Pakan Sari No.26 Cibinong  Kabupaten Bogor dengan tema ”Melindungi Masyarakat dari Produk Obat dan Pangan Ilegal Untuk Membangun Negeri” pukul 06.00 WIB sampai dengan selesai.

Acara ini dihadiri oleh  Kepala Balai Besar POM Bandung, Bapak I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa beserta jajaran, Kepala Dinas, Ikatan Apoteker Indonesia Kota Depok,  para perwakilan instansi dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok.

Acara ini dimeriahkan oleh partisipasi dari pihak PT. Taisho Pharmaceutical Indonesia, The Himalaya Drug Company, PT. Aksamala, PT. Marga Nusantara Jaya dan Kimia Farma cabang Kusmayadi Cibinong dan beberapa UKM.

Acara ini diawali senam Zumba dilanjutkan dengan Sambutan Bupati Bogor, Orasi Kepala BBPOM di Bandung, Hiburan berupa Kuis/Games/Doorprize dan Talk dan Talkshow dan Pengenalan Loka POM di Kab. Bogor.

Dalam acara ini diadakan pengujian produk pangan secara gratis untuk publik yang berada di sekitar area kegiatan. Acara ditutup dengan pertunjukkan Reog Ponorogo yang dinikmati oleh para tamu undangan dan publik.

Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Cabang Bogor dan peserta Gebyar Komunikasi Edukasi (KIE) Obat dan Pangan Aman

SHARING PRODUCT KNOWLEDGE DARI PT. MUZAMAL VENTURES INDONESIA

Pada hari Jumat tanggal 9 November  2018 diadakan sharing product knowledge dari mitra kerjasama PT. Indofarma Global Medika yaitu PT. Muzamal Ventures Indonesia bertempat di Ruang Meeting Malaka Kantor Pusat PT. Indofarma Global Medika di Komplek Infinia Park Jl. Dr. Saharjo No.45 Blok B.86 Jakarta Selatan 12850.

Acara ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai, dihadiri oleh  Kepala Cabang dan Wakil Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Jabotabek dan Serang. PT. Muzamal Ventures Indonesia memberikan sharing prodct knowledge kepada Kepala Cabang dan Wakil Kepala Cabang untuk produk -produk yang mereka tawarkan.

Adapun Produk PT. Muzamal Ventures Indonesia adalah :

  1. Merk ABADA : Disposable Syringe dengan merk Ciringe Single Use Syringe, IV Catheters with Injection and Without injection Port, Latex Foley Catheter Two Way and Three Way, Three Way Stopcock with Extension Tube, Nebulizer Mask, Micro Drop Infusion Set, Disposable Infusion Set Adult, Nassal Oxygen Cannula, Blood Transfusion Set, Suction Connecting Tube, Kasa Hidrophile, Masker 3 ply, gloves, Specimen container.
  2. Merk Feylum : Suture Needle, Absorbable and Non Absorbable Suture, dressing set with/ without forcep
  3. Granumas : Hydroxyapatite Bone Graft

Tujuan sharing product knowledge ini adalah memberi pengetahuan tentang fungsi  dan kegunaan produk yang ditawarkan, sehingga pelanggan mengetahui kegunaan dan fungsi produk yang ditawarkan.

Presentasi sharing product knowledge dari PT. Muzamal Ventures Indonesia

Kepala Cabang dan Wakil Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Jabodetabek dan Serang dan bidang Sales Reguler menghadiri sharing product knowledge PT. Muzamal Ventures Indonesia

PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA CABANG BOGOR MENGHADIRI LOKAKARYA EFEKTIFITAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN MELALUI SINERGISME DENGAN PELAKU USAHA

Pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 PT. Indofarma Global Medika cabang Bogor menghadiri undangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung. Undangan tersebut adalah Lokakarya Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan Melalui Sinergisme dengan Pelaku Usaha yang diadakan di Bandung, bertempat di hotel Aryaduta Bandung, Jl. Sumatera Nomor 51 Bandung mulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.

Acara ini diselenggarakan berlatar belakang bahwa dalam menjamin kualitas produk Obat dan Makanan yang beredar di pasaran, telah dikembangkan pengawasan semesta dengan 3 ( tiga ) pilar utama pengawasan yaitu : pengawasan oleh produsen, pemerintah dan masyarakat. Sinergisme ketiga pilar tersebut perlu didorong sejalan dengan semakin terbukanya pasar, baik untuk produk domestik maupun mancanegara dan sejalan dengan tuntutan perbaikan layanan publik atau kinerja pemerintah.

Melalui pengawasan semesta diharapkan dapat terlaksana Indonesia sehat melalui perwujudan Nawa Cita ke 5 ( lima ) yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Badan POM juga mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan Nawa Cita ke 7 ( tujuh ) untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Badan POM terus berupaya meningkatkan pelayanan publik diantaranya dalam bentuk proses pengawasan produk sebelum beredar, antara lain registrasi/pendaftaran Obat dan Makanan.

Jumlah peserta pada acara ini adalah 160 ( seratus enam puluh ) orang, yang terdiri dari :

  1. Badan Pengawas Obat dan Makanan : Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Inspektur Utama, Pelaksana Teknis (Plt) Deputi I, Eselon II Pusat terkait, Kepala BBPOM di Bandung dan Staf Badan POM
  2. Badan Pemeriksa Keuangan RI : Anggota VI, Auditor Utama Keuangan Negara VI, Tim Pemeriksa, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Barat dan staf pendamping
  3. Provinsi Jawa Barat : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pelaku Usaha Industri Farmasi.
  4. Anggota GP Farmasi bidang Industri Farmasi Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) Jawa Barat, PBF dan Apotek serta Gabungan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat.

Acara ini dimulai pada pukul 08.30 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa Pembukaan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Barat, anggota VI BPK dan Kepala Badan POM.

Dilanjutkan dengan Pemaparan Materi dan Diskusi Panel tentang :

  1. Percepatan Pre-Market dan Penguatan Post Market dalam rangka Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Obat Nasional yang dipaparkan oleh Pelaksana Teknis (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif.
  2. Kemudahan Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Obat Dalam Rangka Pengawalan Keamanan, Mutu dan Khasiat Produk Obat yang dipaparkan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.
  3. Pengawasan Eksternal dalam Menunjang Peningkatan Kinerja Layanan Publik Instansi Pemerintah yang dipaparkan oleh Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI.
  4. Kemudahan Perizinan dalam Menunjang Daya Saing Produk yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Provoinsi Jawa Barat.

Kemudian acara ini ditutup dengan Kesimpulan pemaparan materi tersebut oleh Inspektur Utama Badan POM.

Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi/ terobosan yang telah dilakukan serta menjaring masukan, kritik dan saran dari pelaku usaha untuk mebangun sistem pelayanan publik Badan POM menjadi lebih baik.

Foto Bersama Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Cabang Bogor dengan Kepala Balai Besar POM Bandung dan Pengurus GP Farmasi Bogor