PRA RAKERKESDA PROPINSI RIAU TAHUN 2018

Pada tanggal 6 Februari dan 7 Februari 2018 (2 hari) Dinas Kesehatan Propinsi Riau menggelar Pra Rapat Kerja Kesehatan daerah ( Rakerkesda ) Propinsi Riau Tahun 2018 bertempat di Hotel Pangeran Pekanbaru. Acara ini dibuka oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek.

Rakerkesda Tahun 2018 ini mengusung tema “Pencapaian SPM ( Standar Pelayanan Minimal ) Kesehatan Melalui Pendekatan Keluarga Sehat dan Universitas Health Coverage Menuju Riau Sehat”. Acara ini dihadiri oleh 300 peserta diantaranya adalah dari perwakilan Rumah Sakit baik Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota, swasta, Komisi V DPRD Provinsi Riau, Dirjen P2P Kemenkes RI, Kepala Badan PPSDM Kemenkes RI, deputi BPJS wilayah Riau, Sumatera Barat  dan Jambi.

Tujuan Rakerkesda Propinsi Riau Tahun 2018 adalah dalam rangka sinkronisasi visi, misi dan program di sektor kesehatan, dimana ke depannya Dinas Kesehatan Propinsi Riau berupaya untuk menunjang pencapaian standar pencapaian standar pelayanan minimal Pemerintah daerah di bidang kesehatan dalam mendukung pencapaian indeks keluarga sehat di Propinsi Riau. Ditambahkan pula oleh Gubernur Propinsi Riau, Gubri H Arsyadjuliandi Rachman bahwa meningkatkan kualitas kesehatan di Propinsi Riau sangat penting untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam acara ini juga diadakan pameran alat kesehatan yang diikuti oleh beberapa Perusahaan Alat Kesehatan dan beberapa instansi yang bergerak di bidang kesehatan.  PT. Indofarma Global Medika Cabang Pekanbaru dan PT. Indofarma, Persero (Tbk) ikut serta dalam pameran ini.  Alat Kesehatan yang dipamerkan adalah Alat Pendeteksi Kanker Serviks yaitu yang diberi brand SMART Cerviscope, dan Produk Hospital Furniture dari Indomach PT. Indofarma (Persero), Tbk.

Kepala Badan PPSDM sekaligus Komisaris Utama PT. IGM,                                     Bapak Usman Sumantri menghampiri booth PT. Indofarma                                    (Persero), Tbk

 

 

 

 

 

 

 

RAPAT KERJA NASIONAL (RAKERNAS) PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA TAHUN 2018

Pada tanggal 7 Januari 2018 sampai dengan 10 Januari 2018 PT. Indofarma Global Medika mengadakan Rapat Kerja Nasional Tahun 2018 yang bertema Growth Profit Solid Through Organic and Anorganic Growth of Business” bertempat di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, selain diisi dengan pemaparan Target dan Program Kerja tiap bidang dilanjutkan dengan kunjungan Pabrik ke Indomach di Manggarai dan PT. Indofarma (Persero) Tbk di Cibitung. Acara ini dihadiri oleh seluruh Kepala Cabang  dan jajaran Manajemen PT. Indofarma Global Medika serta dihadiri pula oleh Komisaris Utama Bapak  drg. Usman Sumantri dan Komisaris Bapak Drs. M. Wahyuli Syafari,Apt. Selain itu PT. Indofarma Global Medika juga mengundang beberapa Principal yang bekerjasama di Tahun 2018 untuk memaparkan target dan program kerja mereka dalam bermitra dengan PT. Indofarma Global Medika.

Selain menjadi distributor obat dan alat kesehatan, di Tahun 2018 PT. Indofarma Global Medika berupaya meningkatkan pertumbuhan bisnisnya secara Organik dan Anorganik salah satunya di bidang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ), karena  PT. Indofarma Global Medika melihat peluang yang bagus dalam perkembangan Teknologi Infomasi Rumah Sakit saat ini.

Di Tahun 2018 ini PT. Indofarma Global Medika memiliki divisi baru yaitu Corporate Strategic Risk and Compliance (CSRC) yaitu divisi yang melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap Resiko yang bersifat strategis maupun resiko akibat proses bisnis, disamping itu pula divisi ini menjadi playmaker dalam implementasi Pedoman Perilaku Bisnis ( code of conduct ) yang diharapkan dengan adanya pedoman ini dapat menjadi panduan untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah etika perilaku ketika pilihan yang tepat mungkin tidak jelas. Pedoman ini merangkum prinsip-prinsip utama kepatuhan, menyoroti masalah yang menimbulkan konsekuensi hukum dan etika secara signifikan apabila ditangani secara keliru dan memberikan panduan untuk tindakan yang tepat. Panduan ini dan akan membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan Pelanggan, Mitra, Karyawan dan Pemegang Saham sehingga PT. Indofarma Global Medika dapat melakukan kegiatan bisnis secara bertanggung jawab setiap hari. PT. Indofarma Global Medika saat ini juga tengah melakukan peralihan sistem ke System Analysis and Program Development (SAP) untuk meningkatkan pengendalian yang sistematis di internal PT. Indofarma Global Medika.

Untuk meningkatkan pengetahuan produk dan proses produksi maka pada hari Senin 8 Januari 2018 seluruh peserta Rakernas melakukan kunjungan ke Pabrik Indomach PT. Indofarma (Persero) Tbk di Manggarai, untuk mengetahui lebih jauh produk Hospital Furniture dan alat pendeteksi kanker serviks. Keunggulan produk yang diperkenalkan ini adalah memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 70%. Pada kunjungan ini diperlihatkan pula proses pembuatan Hospital Furniture di dalam Pabrik Indomach.

Tanggal 9 Januari 2018, malam harinya diadakan makan malam bersama para mantan Direksi PT. Indofarma Global Medika, yang bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi kekeluargaan di PT. Indofarma Global Medika.

Tanggal 10 Januari 2018 seluruh peserta Rakernas melakukan kunjungan Pabrik ke PT. Indofarma (Persero) Tbk di Cibitung untuk melihat cara pembuatan obat dan Training  sistem ERP terbaru yaitu System Analysis and Program Development (SAP) yang akan diaplikasikan diimplementasikan di awal tahun 2018.

Dalam Rapat Kerja Nasional Tahun 2018 ini masing- masing bidang melakukan presentasi, memaparkan target dan program kerja bidangnya, dengan harapan setelah acara  Rapat Kerja Nasional  Tahun 2018 ini semua karyawan dan manajemen dapat mencapai tujuan di Tahun 2018, bekerja dengan baik serta menjalankan pedoman etika perilaku bisnis, untuk kemajuan PT. Indofarma Global Medika ke arah yang lebih baik melalui sistem ERP yang baru, yaitu System Analysis and Program Development (SAP)  sehingga  diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pelanggan.

Pemberian Sertifikat Apresiasi kepada PT. Widatra
Pemberian Sertifikat Apresiasi kepada PT. Kirana
Pemberian Apresiasi kepada Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Terbaik 2017
Acara Ramah Tamah dan Makan malam bersama mantan Direksi PT. Indofarma Global Medika
Foto bersama seluruh Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika di Hotel Grand Cempaka – Cempaka Putih
Presentasi Indomach PT. Indofarma (Persero) Tbk di Manggarai
Peserta Rakernas saat kunjungan ke Indomach PT. Indofarma (Persero) Tbk
Kunjungan ke Pabrik Indomach PT. Indofarma (Persero) Tbk – Hospital Furniture
Direksi PT. Indofarma Global Medika dan Peserta Raker saat kunjungan Pabrik PT. Indofarma (Persero) Tbk Cibitung
Training System Analysis and Program Development (SAP) di PT. Indofarma (Persero) Tbk Cibitung
Kunjungan Peserta Rakernas ke Gudang Penyimpanan PT. Indofarma (Persero) Tbk di Cibitung
Kunjungan Peserta Raker ke Pabrik Obat PT. Indofarma (Persero) Tbk di Cibitung
Aktivitas karyawan Pabrik PT. Indofarma (Persero) Tbk

PENYELENGGARAAN ANTI NARKOBA DI PT. IGM CABANG TANGERANG

Pada tanggal 2 Agustus 2017, PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang mengadakan acara  Gerakan Anti Narkoba yang dilakukan oleh Kepala Cabang Tangerang Ibu Merry Oktarina,ST dan Tim PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang bermitra dengan BNN ( Badan Narkotika Nasional ).

Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang terhadap bahaya dampak negatif narkoba bagi kesehatan seseorang. Dan kekhawatiran Nasional terhadap banyaknya kasus Narkoba yang kini makin banyak ditemukan di seluruh Indonesia. Tidak hanya kalangan muda saja yang menjadi korban tetapi ada pula orangtua yang mengkonsumsi narkoba.

Untuk menariknya penyelenggaraan acara ini diundang beberapa artis Indonesia. Acara ini juga memaparkan berbagai macam jenis narkoba yang beredar di kalangan pemakai narkoba.

Diharapkan dengan penyelenggaraan Anti Narkoba ini karyawan PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang mengerti dan paham dengan dampak negatif narkoba bagi kesehatan dan menambah pengetahuan akan bahaya narkoba.

Sinergi PT. IGM dan BNN

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYELENGGARAAN HIPNOTHERAPY DI TANGERANG

Pada tanggal 23 Desember 2017, PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang mengadakan acara  dengan Tema “Pemulihan Jiwa dengan Teknik Hipnotherapy” yang dilakukan oleh Kepala Cabang Tangerang Ibu Merry Oktarina,ST dan Tim PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang

Definisi dari Hipnotherapy sendiri adalah aplikasi hipnosis (suatu seni bagaimana kita mengakses pikiran bawah sadar kita) untuk terapi membantu orang lain dengan berbagai macam cara.

Sebelum Hipnotherapy dilakukan, ada teknik dan pikiran bawah sadar seseorang harus menerima/sugesti yang diberikan. Ada 4 cara untuk masuk dalam kondisi alam bawah sadar manusia yaitu :

  1. Mengulang kalimat positif sehingga nilai positif yang ada di pikiran seseorang
  2. Pelaksana Hipnotis adalah orang yang memiliki otoritas contoh : trainer penghipnotis handal, guru, ustadz
  3. Identifikasi keluarga, memberikan kalimat positif ke anak-anak
  4. Ketika adanya emosi intens, contoh dalam keadaan sedih atau bahagia adalah saat yang tepat untuk memberikan sugesti

Hipnotheray dapat diberikan untuk semua usia. Manfaat Hipnotherapy adalah untuk menonaktifkan pikiran negatif seseorang untuk bisa menerima  sugesti positif dan menjadi pikiran yang positif.

Tujuan PT. Indofarma Global Medika cabang Tangerang menyelenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan percaya diri serta pengembangan diri karyawan dan menghilangkan mental block, yaitu keyakinan negatif yang dibentuk sengaja atau tidak yang menghalangi kita melakukan hal yang lebih baik.

Dengan adanya penyelenggaraan acara ini diharapkan karyawan dapat termotivasi dalam bekerja dan selalu berpikiran positif sehingga menciptakan sinergi yang positif pula.

 

Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 Tahun 2017

Dalam rangka upaya mensosialisasikan upaya – upaya pembangunan di bidang kesehatan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan serta lintas sektor terkait, serta mengenalkan dan meningkatkan penggunaan alat kesehatan dalam negeri, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan “Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri” yang berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 9 November 2017 sampai dengan 11 November 2017 berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran, pameran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 tahun 2017.

Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri merupakan sarana untuk menyampaikan informasi, edukasi, dan promosi kesehatan kepada masyarakat dengan mensosialisasikan program dan kebijakan Kementerian Kesehatan. Melalui pameran ini, juga ditampilkan produk – produk hasil inovasi para peneliti, sehingga diharapkan hasil penelitian ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembukaan acara ini secara resmi dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek bersama Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution

Pameran diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang terdiri dari industri alat kesehatan, PKRT, farmasi, obat tradisional, kosmetik, serta makanan dan minuman. Selain itu, juga dimeriahkan oleh berbagai booth dari Kementerian Kesehatan maupun kementerian dan instansi lain, seperti Dinas Kesehatan Propinsi, Organisasi Profesi, Rumah Sakit, BUMN, serta berbagai asosiasi yang dengan memamerkan produk, di antaranya adalah teknologi dan inovasi di bidang alat kesehatan dan sediaan farmasi dan produk kesehatan. Tema Pameran tahun ini adalah ” Keluarga Sehat Indonesia Kuat”. PT. Indofarma (Persero) Tbk membuka 2 booth dalam pameran ini yaitu : Coorporate dan produk inovasi.

Produk PT. Indofarma (Persero) Tbk  yang dipamerkan dalam acara ini diantaranya adalah : Biovision, Prolipid dan ProUric dan tempat tidur pasien dengan merk SMART. Untuk Produk Inovasi adalah alat kesehatan yang dapat mendeteksi adanya kanker Rahim.

 

Progress Pencapaian CDOB PT. Indofarma Global Medika

Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) mengawasi bidang – bidang terkait mulai dari pemerintah yang berfokus terhadap fungsi regulatori produk, sarana dan standar,  pelaku usaha yang fokus terhadap Penyediaan Obat dan Makanan Bermutu dan yang terakhir adalah Masyarakat terkait perlindungan diri dan keluarga dari obat dan makanan yang berisiko. Pada lapisan pelaku usaha dalam hal ini ialah PBF di awasi ketat oleh BPOM terkait Jaminan mutu  obat yang disalurkan.  Oleh karena itu adanya sistem regulasi untuk menjamin kualitas obat pada tahap distribusi yang dikenal dgn istilah GDP (Good Distribution Practice) atau CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) .

Aspek –aspek dalam pemenuhan CDOB diantara nya :

Berdasarkan gambar diatas, maka dapat disimpulkan seluruh PBF  wajib untuk memenuhi atas 9 aspek tersebut dengan 3 aneks.

Aktifitas Sertifikasi CDOB yang telah dilakukan oleh PT. IGM yaitu melalui 3 tahapan diantaranya Prasertifikasi, sertifikasi dan Pascasertifikasi.

Pada tahap prasertifikasi beberapa aktifitas yang telah dilakukan meliputi perbaikan SOP, perbaikan sarana dan prasarana dan melakukan perekrutan Apoteker Penanggung Jawab dan Apoteker Pendamping.

Pada tahap ke- dua yaitu sertifikasi CDOB. Sertifikasi CDOB sudah dimulai sejak tahun 2016 dengan aktifitas diantaranya diadakan pelatihan CDOB, melakukan Inspeksi Diri, membuat CAPA atas hasil Inspeksi diri, melakukan mapping CAPA atas inspeksi diri, menindak lanjuti atas CAPA yang telah di buat, melakukan evaluasi CAPA, Closing CAPA. Setelah melewati proses tersebut maka dimulai lagi dengan melakukan verifikasi dokumen atas permohonan sertifikasi CDOB, membuat surat pengajuan permohonan sertifikasi ke BPOM, kemudian pihak BPOM akan melakukan peilaian dan konfirmasi atas dokumen yang ajukan. Jika sudah sesuai maka PBF yang bersangkutan membayar PNPB  (Pendapatan Negara Bukan Pajak). Setelah dibayarkan, maka pihak BPOM akan melakukan audit dan membuat atas hasil audit yang dilaksanakan. Kemudian PBF menindaklanjuti hasil audit tersebut sampai mendapatkan sertifikat CDOB.

Tahap ke tiga yaitu  pascasertifikasi CDOB. Tahap ini meliputi kepatuhan terhadap standar persyaratan dalam implementasi CDOB bagi PBF secara komprehensif dan terukur.

Berdasarkan informasi diatas, dapat dilihat bahwa aktifitas pada tahap sertifikasi salah satunya yaitu dilakukan mapping atas CAPA hasil inspeksi diri yang dilakukan oleh PT. IGM  dengan hasil mapping terdapat 39.4 % cabang (>80% closed atas hasil inspeksi diri), 48.8% cabang (65 %- 80% closed atas hasil inspeksi diri), 12.1 % cabang (50%-65% closed atas inspeksi diri) dan 3 % cabang (< 50% closed atas inseksi diri). Dapat disimpulkan PBF cabang PT. IGM hampir mendekati persyaratan pemenuhan CDOB yang dipersyaratkan oleh BPOM. Atas beberapa cabang yang belum memenuhi standar CDOB yang telah dietapkan, maka PT.IGM berkomitmen dengan Tindak Lanjut CAPA melalui beberapa tahap diantaranya :

  1. Dilakukan Penyempurnan SOP
  2. Investasi ( seperti Pengadaan Penyimpanan Produk CCP)
  3. Melakukan validasi terkait dengan monitoring suhu penyipanan produk
  4. Pelatihan yang berkelnjutan kepada para Apoteker Penanggung Jawab Cabang dan Petugas Cabang.

 

Hal ini dimaksudkan untuk mencapai target sertifikasi CDOB secara keseluruhan di tahun 2018.

Tahapan sertifikasi melalui proses pengajuan meliputi :

Atas hasil audit berdasarkan permohonan pengajuan sertifikasi terhitung Maret 2016 hingga November 2017, terdapat beberapa cabang yang telah mendapatkan sertifikasi maupun dalam proses penyelesaian penerbitan sertifikasinya dengan progress sebagai berikut :

Secara keseluruhan, realisasi sertifikasi CDOB per November 2017 adalah sbb :

Dari data diagram yang pertama, dapat dilihat bahwa jumlah cabang yang telah diajukan sebanyak 31 cabang atau 89% dari total 35 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data pada diagram ke dua, dapat dilihat bahwa terbagi menjadi beberapa kategori diantaranya Cabang yang sudah diajukan namun belum diaudit, Cabang yang sudah CAPA 1 , Cabang yang sudah CAPA 2, Cabang yang sudah Desk CAPA , Cabang yang Closed CAPA dan Cabang yang sudah diajukan namun mendapat catatan dari BPOM.

Untuk  kategori pertama yaitu cabang yang sudah diajukan namun belum diaudit sebanyak 4 cabang, diantaranya Surabaya 2, Makassar, Yogyakarta dan Batam.

Kategori ke dua yaitu cabang yang sudah CAPA 1 sebanyak 9 Cabang terdiri dari Denpasar, Manado, Pontianak, Kupang, Surabaya 1, Jember, Madiun, Purwokerto dan Cirebon. Atas ke 9 cabang tersebut dokumen CAPA dan dok pendukung nya sudah terkirim ke BPOM. Pengiriman dilakukan bertahap dimulai dari tanggal 30 OKtober 2017 sampai dengan 10 November 2017.

Kategori ke tiga yaitu Cabang yang sudah CAPA 2 sebanyak 4 cabang terdiri dari Semarang, Malang, Padang dan Tangerang. Atas ke 4 cabang tsb, dokumen juga sudah di submit ke BPOM dimulai dari tanggal 2 November 2017 sampai dengan 10 November 2017.

Kategori ke empat yaitu Cabang yang telah dilakukan Desk CAPA terdiri dari 4 Cabang yaitu Lampung, Palembang, Jambi dan Aceh. Dokumen sudah tersubmit ke BPOM dimulai dari tanggal 26 Oktober 2017 sampai dengan 31 Oktober 2017.

Kategori ke lima yaitu Cabang yang sudah Closed CAPA terdiri dari 5 Cabang  diantaranya Jakarta 1, Jakarta 2, Pekanbaru, samarinda dan Bekasi. Atas kelima cabang tersebut atas status Closed yang telah mendapatkan sertifikast CDOB yaitu Cabang Jakarta 1. Cabang Jakarta 1 mendapatkan sertifikat CDOB pada tanggal 24 Agustus 2017. Untuk ke empat cabang sisanya dgn status Closed dikarenakan harusnya pindah gudang dengan berbagai pertimbangan.

Kategori ke enam yaitu Cabang yang sudah diajukan namun mendapat rekomendasi/catatan dari BPOM diantaranya Papua, Serang, Mataram dan Medan.  Untuk Cabang Serang, Medan dan Tegal sudah diajukan kembali ke BPOM disertai dokumen pendukung atas catatan/rekomendasi dari BPOM. Sementara Cabang Papua dan Mataram belum diajukan kembali ke BPOM.

Berdasarkan grafik diatas, bilamana seluruh Open CAPA yang harus kami tindak lanjuti dapat disetujui oleh BPOM, pada akhir tahun 2017 PT.IGM akan memperoleh 5 Sertifkasi CDOB. PT. IGM akan terus memperbaiki kualitas mutu layanan serta menjaga kualitas mutu produk yang disalurkan berdasarkan standar CDOB serta regulasi pemerintah di bidang kesehatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam mencapai Visi PT. IGM yaitu “Menjadi Pilihan Utama Pelanggan”.

 

5th ASEAN Medical Device Committee (AMDC) Meeting

Pada tanggal 3 Oktober sampai dengan  5 Oktober 2017 diadakan 5th ASEAN Medical Device Committee (AMDC) Meeting and Related Meetings, Pembukaan dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K). di Royal Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya.    PT. Indofarma Global Medika dan PT. Indofarma (persero), Tbk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Meeting ini

ASEAN Medical Device Committee adalah kelanjutan dari forum ASEAN Consultative Committee on Standard and Conformance – Medical Device Product Working Group (ACCSQ-MDPWG) yang telah mengakhiri tugasnya melalui pertemuan 20th ACCSQ-MDPWG di Yangon – Myanmar pada tahun 2015, setelah ditandatanganinya perjanjian ASEAN Medical Device Directives (AMDD) pada 21 November 2014 oleh 10 Menteri Perdagangan ASEAN.

5th ASEAN Medical Device Committee Meeting membahas perkembangan regulasi, standar dan mutu alat kesehatan di regional dan dunia.

Acara ini dihadiri oleh regulator dari 10 negara anggota ASEAN dan peserta training dari 125 industri alat kesehatan dari berbagai wilayah ASEAN.

Peran Indonesia (dalam hal ini Kementerian Kesehatan) dalam AMDC adalah sebagai Chair of AMDTC, yang memimpin dalam pembahasan isu dan hal teknis terkait dengan implementasi dari AMDD. Indonesia merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang berkomitmen terhadap peningkatan standar keamanan dan mutu alat kesehatan yang diharmonisasikan melalui AMDD dan saat ini AMDD sedang dalam tahap ratifikasi untuk dapat diadopsi kedalam peraturan nasional negara ASEAN dengan batas waktu tahun 2020.

Menteri Kesehatan RI menyampaikan tujuan akhir dari harmonisasi melalui AMDD adalah untuk menjamin keamanan, mutu dan kemanfaatan alat kesehatan yang beredar di wilayah ASEAN khususnya Indonesia dan untuk menghilangkan hambatan teknis dalam perdagangan dan memfasilitasi perdagangan untuk mewujudkan ASEAN Economic Community (AEC).

Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah agar alat kesehatan yang diproduksi dalam negeri mampu bersaing dan tak kalah dengan alat kesehatan buatan negara lain seperti Eropa dan Amerika. Minimal wilayah ASEAN yang jumlah penduduknya cukup besar dan secara regional dapat melakukan marketing secara global,   dan dibuatkan standar yang sama.