PT. INDOFARMA GLOBAL MEDIKA CABANG BOGOR MENGHADIRI LOKAKARYA EFEKTIFITAS PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN MELALUI SINERGISME DENGAN PELAKU USAHA

Pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 PT. Indofarma Global Medika cabang Bogor menghadiri undangan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandung. Undangan tersebut adalah Lokakarya Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan Melalui Sinergisme dengan Pelaku Usaha yang diadakan di Bandung, bertempat di hotel Aryaduta Bandung, Jl. Sumatera Nomor 51 Bandung mulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.

Acara ini diselenggarakan berlatar belakang bahwa dalam menjamin kualitas produk Obat dan Makanan yang beredar di pasaran, telah dikembangkan pengawasan semesta dengan 3 ( tiga ) pilar utama pengawasan yaitu : pengawasan oleh produsen, pemerintah dan masyarakat. Sinergisme ketiga pilar tersebut perlu didorong sejalan dengan semakin terbukanya pasar, baik untuk produk domestik maupun mancanegara dan sejalan dengan tuntutan perbaikan layanan publik atau kinerja pemerintah.

Melalui pengawasan semesta diharapkan dapat terlaksana Indonesia sehat melalui perwujudan Nawa Cita ke 5 ( lima ) yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Badan POM juga mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan Nawa Cita ke 7 ( tujuh ) untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Badan POM terus berupaya meningkatkan pelayanan publik diantaranya dalam bentuk proses pengawasan produk sebelum beredar, antara lain registrasi/pendaftaran Obat dan Makanan.

Jumlah peserta pada acara ini adalah 160 ( seratus enam puluh ) orang, yang terdiri dari :

  1. Badan Pengawas Obat dan Makanan : Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Inspektur Utama, Pelaksana Teknis (Plt) Deputi I, Eselon II Pusat terkait, Kepala BBPOM di Bandung dan Staf Badan POM
  2. Badan Pemeriksa Keuangan RI : Anggota VI, Auditor Utama Keuangan Negara VI, Tim Pemeriksa, Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Barat dan staf pendamping
  3. Provinsi Jawa Barat : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Pelaku Usaha Industri Farmasi.
  4. Anggota GP Farmasi bidang Industri Farmasi Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) Jawa Barat, PBF dan Apotek serta Gabungan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat.

Acara ini dimulai pada pukul 08.30 dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa Pembukaan. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Barat, anggota VI BPK dan Kepala Badan POM.

Dilanjutkan dengan Pemaparan Materi dan Diskusi Panel tentang :

  1. Percepatan Pre-Market dan Penguatan Post Market dalam rangka Perlindungan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Obat Nasional yang dipaparkan oleh Pelaksana Teknis (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif.
  2. Kemudahan Perizinan Sarana Produksi dan Distribusi Obat Dalam Rangka Pengawalan Keamanan, Mutu dan Khasiat Produk Obat yang dipaparkan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.
  3. Pengawasan Eksternal dalam Menunjang Peningkatan Kinerja Layanan Publik Instansi Pemerintah yang dipaparkan oleh Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI.
  4. Kemudahan Perizinan dalam Menunjang Daya Saing Produk yang dipaparkan oleh Dinas Kesehatan Provoinsi Jawa Barat.

Kemudian acara ini ditutup dengan Kesimpulan pemaparan materi tersebut oleh Inspektur Utama Badan POM.

Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang inovasi/ terobosan yang telah dilakukan serta menjaring masukan, kritik dan saran dari pelaku usaha untuk mebangun sistem pelayanan publik Badan POM menjadi lebih baik.

Foto Bersama Kepala Cabang PT. Indofarma Global Medika Cabang Bogor dengan Kepala Balai Besar POM Bandung dan Pengurus GP Farmasi Bogor

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *